Eropa Buka Peluang: Kuliah & Riset Gratis, Indonesia-EU Kerja Sama

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), berencana menggandeng Uni Eropa (UE) dalam tiga program prioritasnya. Kolaborasi ini akan memanfaatkan program pendanaan riset dan inovasi UE, Horizon Europe.

Ketiga program prioritas tersebut adalah Sekolah Garuda, beasiswa 1.000 dosen, dan program hilirisasi. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset di Indonesia.

Sekolah Garuda Menuju Kampus Terbaik Dunia

Sekolah Garuda, program unggulan yang bertujuan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, akan mendapatkan manfaat besar dari kolaborasi ini.

Pelajar Sekolah Garuda berpotensi mendapatkan kesempatan belajar dan riset di universitas-universitas top Eropa, yang masuk dalam peringkat 500 besar QS World University Rankings.

Kerja sama ini juga menjadi alternatif bagi siswa Indonesia yang sebelumnya mungkin berencana kuliah di Amerika Serikat, namun terkendala pengetatan visa pelajar.

Kemendikbudristek menyediakan jalur alternatif bagi pelajar yang diterima di universitas AS, salah satunya dengan menawarkan kesempatan kuliah di universitas-universitas terbaik di Eropa.

Beasiswa 1.000 Dosen: Kolaborasi untuk Double Degree

Program beasiswa 1.000 dosen juga akan mendapatkan suntikan internasionalisasi melalui kerja sama dengan UE.

Sebanyak 25% dari total beasiswa akan difokuskan pada program *joint degree* atau *double degree*, yang memungkinkan dosen Indonesia belajar di universitas-universitas ternama di Eropa.

Dana beasiswa berasal dari Indonesia, namun kerja sama ini menekankan transfer pengetahuan dan solusi atas permasalahan kompleks di Indonesia, mulai dari isu sosial hingga teknis.

Universitas-universitas di Eropa diharapkan turut serta dalam memecahkan tantangan yang dihadapi Indonesia melalui kolaborasi ini.

Hilirisasi: Transfer Teknologi dari Eropa

Program hilirisasi, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, akan mendapatkan dukungan dari transfer teknologi melalui kerja sama dengan UE.

Indonesia berencana mengirimkan talenta terbaiknya untuk belajar langsung di industri-industri di Eropa, mempercepat transfer teknologi dan inovasi.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia dalam berkolaborasi dengan industri, mendorong inovasi dan pengembangan teknologi di dalam negeri.

Untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif, akan dibangun jejaring yang lebih luas antara pihak-pihak terkait di Indonesia dan Uni Eropa, termasuk di tingkat universitas.

Horizon Europe: Program Pendanaan Riset dan Inovasi UE

Horizon Europe, program pendanaan riset dan inovasi Uni Eropa hingga tahun 2027, akan menjadi landasan kolaborasi ini.

Program ini bertujuan mengatasi tantangan global, seperti perubahan iklim, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Horizon Europe memfasilitasi kolaborasi internasional dan memperkuat dampak penelitian dan inovasi untuk pengembangan kebijakan EU dan solusi atas tantangan global.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mengatasi tantangan global bersama Indonesia, memanfaatkan potensi sumber daya manusia Indonesia yang mumpuni.

Kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa dalam tiga program prioritas Kemendikbudristek ini menjanjikan peningkatan kualitas pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di Indonesia. Dengan memanfaatkan program Horizon Europe, Indonesia dapat mengakses sumber daya dan keahlian internasional untuk mengatasi tantangan pembangunan nasional. Keberhasilan kolaborasi ini akan berdampak positif pada kemajuan Indonesia di berbagai sektor.

Tinggalkan komentar

Dosenkampus.com