Universitas Bali Dwipa (Undip) mengambil langkah inovatif dalam merespon program “Kemdikti Saintek Berdampak” dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program pemerintah ini mendorong perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, melampaui fokus pendidikan semata.
Undip menjawab tantangan ini dengan menyelenggarakan lokakarya intensif selama sebulan penuh. Lokakarya ini berfokus pada implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk menghasilkan lulusan yang berdampak bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan sosial.
Transformasi Kurikulum OBE di Universitas Bali Dwipa
Selama empat pekan, 17 pimpinan program studi dari berbagai fakultas Undip aktif berpartisipasi dalam diskusi mendalam. Puncak acara berlangsung pada 18 Juni 2025 di Denpasar.
Lokakarya ini bukan sekadar acara formal. Ia dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk merevisi kurikulum secara menyeluruh berdasarkan pendekatan OBE.
Menciptakan Lulusan Berdampak: Esensi Kurikulum OBE
Wakil Rektor Bidang Akademik Undip, Lidia Sandra, menjelaskan pentingnya pemahaman mendalam tentang OBE. Kurikulum OBE bertujuan menciptakan lulusan yang memberikan kontribusi nyata, bukan hanya sekadar lulus.
Dengan OBE, fokus bergeser dari proses pengajaran ke pencapaian kompetensi terukur. Lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan teori untuk menghasilkan solusi di dunia nyata.
Undip berambisi melakukan perubahan menyeluruh. Setiap mata kuliah akan ditinjau ulang untuk memastikan hasil pembelajaran yang jelas dan terukur.
Lidia Sandra menekankan pentingnya keluar dari pola pendidikan lama. Dunia membutuhkan kontribusi nyata, bukan hanya gelar akademik.
Kolaborasi dan Kemitraan untuk Kurikulum yang Relevan
Transformasi kurikulum OBE membuka peluang kemitraan yang lebih luas. Undip telah merancang rencana kerja sama dengan sektor industri, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat sipil.
Kerja sama ini memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan riil masyarakat. Para dosen juga didorong untuk bertransformasi menjadi fasilitator perubahan, bukan hanya pengajar.
Proses transformasi tidak berhenti pada lokakarya. Undip akan memberikan pendampingan intensif, pelatihan dosen, dan evaluasi berkala terhadap implementasi OBE di kelas.
Lokakarya tersebut melibatkan analisis mendalam terhadap setiap mata kuliah, capaian pembelajaran, dan strategi evaluasi. Banyak program studi berencana menguji coba kurikulum baru semester mendatang.
Inisiatif Universitas Bali Dwipa ini menunjukkan komitmen untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat. Universitas ini berupaya menjadikan Bali sebagai pusat lahirnya agen perubahan, bukan hanya destinasi wisata.
Dengan mengutamakan kurikulum yang bermakna dan relevan dengan dunia nyata, Universitas Bali Dwipa menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.